Seabrook, 01:15 AM
Kota itu begitu sunyi. Dingin. Musim dingin akan segera datang. Terdengar sayup - sayup daun yang jatuh terseret angin dan sesekali terdengar lolongan anjing. Seorang gadis berambut panjang terlihat berjalan cepat sambil mengusap -usap kedua telapak tangannya. Wajahnya pucat dan matanya lebam. Lampu kota semakin redup digantikan oleh kabut yang menebal. Hujan yang mengguyur kota itu tampaknya semakin menambah kesunyian. Gadis itu nampak kedinginan hingga tubuhnya gemetar. Ia tetap berjalan meski langkahnya semakin melambat. Ia berhenti di sebuah toko.
"It's too late..", gumamnya.Matanya menerawang kaca etalase toko yang tertutup embun. Tatapannya kosong. Ia menghela nafas, sementara hujan kembali turun. Rintik hujan yang jatuh ke tanah, diiringi dengan suara detik jam dinding di dalam toko yang masih bisa terdengar. Sunyi. Lolongan anjing sudah tidak terdengar lagi. Sepasang mata mengawasi gerak-gerik gadis itu.
"Baiklah, dari sini saja. Aku mengawasimu, Ally.." Nampak seorang lelaki tengah memperhatikan gadis yang berada di seberang jalan. Sesudah menggumamkan kalimat itu, ia menghisap rokok terakhirnya.Tangannya menggegam kemudi mobil erat-erat sementara matanya tetap terpaku pada gadis yang sedang berdiri di ujung jalan itu. Entah apa sedang ia pikirkan, namun hanya seulas senyum pahit yang nampak di wajahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar